Inilah Jalur Deposit Timah di Pulau Bangka Tahun 1910
PETABANGKA.COM - Penulis Doorne, C.J. dari Tanda Shelf tahun 1910 memetakan deposit timah di Pulau Bangka. Sebarannya dari ujung barat di Kota Muntok, utara Bangka, hingga menyisir ke Sungailiat sampai di Toboali di ujung Selatan.
Peta sebaran timah alluvial (permukaan) dibuat oleh Departemen Penambangan Timah dan tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden berjudul "overzichtskaart der alluviale tinertsafzettingen en van de wegen" yang artinya Peta Ikhtisar Deposit Bijih Timah alluvial dan jalan di Bangka.
Peta yang diterbitkan untuk kepentingan pameran di Brussels pada tahun 1910 itu secara detail menggambar titik-titik deposit timah di kampung-kampung Pulau Bangka.
Dari peta tahun 1910 sudah berdiri beberapa desa/kampung. Jalan penghubung kota utama di pulau Bangka, sambungan saluran komunikasi seperti telefon dan telegraf, hingga jalan kereta api.
Berdirinya kota utama di Bangka seperti Jebus, Belinyu, Sungailiat, Merawang, Pangkalpinang, Koba dan Toboali berkaitan dnegan penguasaan timah oleh Belanda di Bangka. Demikian pula kampung-kampung yang berdiri sepanjang jalan utama penghubung kota di Bangka.
Sejarah berdirinya kampung atau desa di Bangka dikupas oleh Erwiza Erman dalam bukunya; Dari Pembentukan Kampung ke Perkara Gelap: Menguak Sejarah Timah Bangka Belitung diterbitkan penerbit Ombak, Yogyakarta tahun 2009.
Belanda berkuasa di Bangka Belitung tahun 1853, setelah perlawanan para pemimpin lokal (Depati Barin, Amir dan Tikal) dimulai sejak peralihan kekuasaan dari Inggris 1816. Sejak penyelidikan awal timah 1852 yang gagal, dan barulah pada tahun berikutnya membuahkan hasil.
Upaya membungkam perlawanan, Belanda melakukan kontrol terhadap penduduk, dengan mendirikan kampung-kampung yang diujicobakan sejak 1849. Rumah-rumah kampung dibuat berjejer rapi dan berhadapan mengikuti jalan-jalan raya yang dibuka.
Deposit jalur timah jalur (ertsvoerende terrein) sekitar kota Muntok berada di aliran sungai Desa Air Belo dan Belo Laut, Air Limau, Desa Mayang. Ada juga deposit di Desa Tempilang.
Deposit timah terbesar di bagian utara Bangka, yakni di Jebus, Parit Tiga (Mijn) sampai ke arah Kelabat. Demkian pula di Belinyu hingga ke Riding Panjang ke arah jembatan Perimping dekat muara Sungai Layang dan Riau Silip.
Sedangkan ke arah Sungailiat mulai masuk kota di Sigambir, Tutut, dan Pemali. Di kota Sungailiat ditemukan deposit dari Kuday, Parit Padang hingga Kenanga, sepanjang jalan desa Kimak, Riding Panjang sampai di sungai Batu Rusa.
Tak saja Sungailiat, Pangkalpinang di beberapa lokasi deposit timah juga ditemukan di sekitar Gabek tembus ke belakang simpang Mitro (Begerejo dan Sumberejo) kawasan Opas sampai sungai belakang Pasar Pembangunan dan kawasan Gudang Padi dan Kampung Bintang. Sekitar Terminal Kampung Keramat terdapat satu lokasi.
Deposit timah kemudian ke arah Terak, Teru, Beruas, Puput hingga Kerakas, Lampur. Setelah itu baru ditemukan lagi di sekitar Desa Payung dan Sengir.
Dari Pangkalpinang sebaran titik deposit ada di Desa Air Mesu dan Cambai. Terputus di Desa Jelutung, depsoit ditemukan lagi di Desa Nibung, Air Bara. Sedikit deposit di Desa Nyelanding.
Sabuk timah alluvial juga ada Desa Air Gegas dan ke arah sungai dari Desa Benca, Kepo, Baru, dan di sekitar Kota Toboali.
Pada daerah deposit itulah terbangun transportasi jalan utama menghubungkan satu lokasi penambangan di desa dengan desa lainnya. Umumnya titik deposist timah alluvial berada di sekitar aliran anak sungai yang ada di desa. (*)
Editor : Wahyu Kurniawan
Sumber: petabangka.com

