Video Of Day

ads

Selayang Pandang

Ternyata Belinyu Sudah Ditetapkan Sebagai Pusat Bangka Utara Sejak Zaman Belanda


PETABANGKA.COM - Hingga 1938 Hindia Belanda membagai wilayah Hindia Belanda dalam provinsi dan Kegubernuran. Bangka Belitung sebagai satu Karesidenan dengan Kegubernuran Sumatera yang berkedudukan di Medan.
Peta  Universitas Leiden ditahun 1898 menunjukkan pembagian Keresidenan Bangka (masih terpisah dari Belitung) menjadi empat Afdeelingen (Asisten Residen), yakni :
- Noord Bangka (Bangka Utara) pusatnya di Belinyu,
- Afdeelingen Muntok, 
- Afdeelingen Soegailiat, Pangkalpinang, dan 
- Afdeelinegn Zuid (Selatan) Bangka. 
Pusat Residen Bangka berada di Pangkalpinang, sekaligus dibangun Residencehoofplaats (tempat tinggal residen). Pangkalpinang dengan wilayah terluas yakni sebagian Mendo Barat, Sungaiselan, Permis, dan perbatasan dengan Kurau.
Masing-masing Asisten Residen memiliki wilayah Districten (Distrik/Kewedanan) yang dipimpin seorang Demang. Kemudian setingkat di bawahnya ada Onder Districten (setingkat kecamatan) dipimpin Asisten Wedana.
Lalu pemerintah Belanda juga membagai wilayah administrasi di bawah kecamatan yang disebut dengan gewone plaats (tempat tinggal/kelurahan) dan kleka ( kampong) hingga vuurtoren sekelas dusun.
Berikut pembagian administratif di Pulau Bangka mulai awal abad 1898 hingga tahun 1938 :
Afdeelingen : Noord Banka (Utara Bangka)
Districten : 1.Djeboes dan 2.Belinjoe
Onderdistricten :
1 Djeboes
2. Klabat,
3. Belinjoe (Pasanggrahan/Kediaman Assiten Residen)
4. Pandjiseka (Kuto Panji)
Afdeelingen : Soengailiat
Districten : 1. Soengailiat (Rumah Asisten Residen) dan 2. Merawang (di Batoeroesa dibangun rumah asisten demang)
Onderdistricten :
5. Sungailiat,
6. Nyalau,
7. Merawang,
8 Geroenggang
Afdeelingen : Muntok 
Distrciten : Muntok (Rumah Assiten Residen)
Onderdistricten :
9. Muntok,
10. Plangas
11. Amapang (kelapa)
12. Kadiala
Afdeelingen Pangkalpinang (Rumah Residen)
Districteen : Pangkalpinang dan Soengaiselan
Onderdistricten :
13. Pangkalpinang,
14 Boekit,
15 Mendobarat
16 Soengaiselan
17. Airanget  dan
18. Permisan.
Afdeelinegen : Zuid Banka (Bangka Selatan).
Districten : Toboali (Rumah Asisten Residen), Koba (Rumah Asiten Demang), Lepar-eilanden (Rumah Asisten Demang).
Odnerdistricten :
19. Toboali,
20. Oelim,
21 Koba,
22.Pring,
23 Airangkabaran
Masing-masing Afdeeling, pemerintah kolonial menempatkan seorang controleur yang memang orang Belanda.
Districtshoofdplaats (kedemangan) pada zaman kolonial Hindia Belanda merupakan pembagian administratif di bawah onder-afdeeling (setingkat kawedanan) dan di atas onder-district atau sub-distrik (setingkat kecamatan).
Distrik atau District dikepalai oleh seorang Districthoofd atau kepala Distrik seorang Demang setingkat asisten wedana.
Guna memudahkan komunikasi  pemerintah kolonial sudah membangun jaringan telegrap dari Pangkalpinang (mulai dari Sungai Batoeroesa) ke Tanjoengpandan hingga  Muntok dan Palembang. Kabel Telegraf berada di sepanjang jalan utama yaitu :
Pangkalpinang -Merawang-Soengailiat-Belinjoe, Pangkalpinang-Simpang-Muntok, Pangkalpinang-Soengaiselan, Pangkalpinang-Koba-Toboali- dan di sepanjang jalan pedalaman Pangkalpinang-Air Itam Tjina,  Muntok-Tanjoeng Klian.
Saluran telepon membentang di sepanjang jalan utama Pangkalpinang-Merawang-Soengailiat-Belinjoe-Djeboes (mijn 3/Parit 3) - Simpang-Muntok. Pangkalpinang-Soengaiselan-Poepoet. Pangkalpinang-Koba-Toboali dan di sepanjang jalan bagian dalam Belinjoe-Loemoet, Koba-Payung, Koba-Pajakadep, Koba-Rangauw (sekitar Lubuk-Beriga).
Peta tersimpan di Leiden ini hasil kompilasi dengan bantuan peta dan data dari perusahaan penambangan timah Bangkatinwinning, peta angkatan laut, dan pernyataan serta gambar diberikan oleh pejabat Administrasi Dalam Negeri Kolonial Belanda.
Dari semua afdeeling, Sungailiat, Muntok, Pangkalpinang, Koba, dan Toboali sekarang ini sudah menjadi ibu kota kabupaten. Satu-satunya afdeeling Belinyu di Bangka Utara yang masih berjuang untuk menjadi kabupaten. (*)

Gambaran lokasi Belinyu dalam Peta Pulau Bangka tahun 1898. Leiden University Libraries Digital Collections/CC BY 4.0/repro petabangka.com 2019.


Penulis : Albana
Editor : Wahyu Kurniawan
Sumber : petabangka.com